Senin, 25 Maret 2013
Daurah Semarang Maret 2013
Bersama: Al-Ustadz Khaidir bin Muhammad Sunusi
Murid Syaikh Muqbil bin Hadi (Ulama Ahlu Hadits Yaman)
Jadwal :
1. Keimanan dan Kemunafikan dalam Perumpamaan Air dan Api
Sabtu, 18 Jumadil Ula 1434 H / 30 Maret 2013 M
Pkl. 09.00-14.30
Di Masjid Raya Candi Lama
Jl. Dr. Wahiddin 109 Semarang
2. Awal Menuju Negeri Akhirat
Sabtu, 18 Jumadil Ula 1434 H / 30 Maret 2013 M
Pkl. 16.30-20.00
di Masjid Asy-Syifa RSUP Dr. Kariadi
3. Wahai Manusia, Apa yang Melalaikanmu dari Rabb-mu?
19 Jumadil Ula 1434 H / 31 Maret 2013
Pkl. 09.00-14.30
di Masjid Darul Hikmah Polines (Politeknik Negeri Semarang),
Tembalang Semarang
Gratis untuk umum putra / putri
Info lebih lanjut:
(024) 70252246 / 081325888015
Salam Sakinah,
www.asmarasakinah.com
follow our twitter: @AsmaraSakinah
like our fun page fb: Asmara Sakinah
call/sms:085641387672
PIN: 324F2B82
Minggu, 24 Maret 2013
Renungan Kejujuran
Renungan bagi diri kita....
Firman اللّه:
Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kalian tergolong orang-orang yang jujur. [At-Taubah: 119]
Dan Rasulullah telah bersabda mengenai kejujuran dan kebohongan:
"Sesungguhnya kejujuran itu menuntun kepada Al-Birr (kebaikan), sedangkan kebaikan itu mengantarkan ke dlm surga. Sesungguhnya seseorang senantiasa bersikap jujur hingga ia dicatat di sisi Allah Ta'ala sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya Al-Kadzib (kebohongan) itu mengarahkan pada kejahatan, sedangkan kejahatan itu menjerumuskan ke dlm Neraka. Sungguh seseorang senantiasa berbohong hingga dicatat sebagai pendusta." (HR. Bukhari (10/423)
Mari kita renungi apakah keseharian kita tergolong seseorang yang senantiasa bersikap jujur atau orang yang senantiasa berbohong?
Jika diri kita belum merasa sebagai seseorang yang senantiasa bersikap jujur maka kita lebih berhak dan wajib untuk selalu memohon ampun pada اللّه karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Wahai sekalian manusia. Taubatlah (beristigfar) kepada Allah karena aku selalu bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali." (HR. Muslim)
Saya mengajak diri saya dan pembaca untuk beristighfar 100 kali di pagi ini...
100 x أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيْم
Salam Sakinah,
www.asmarasakinah.com
follow our twitter: @AsmaraSakinah
like our fun page fb: Asmara Sakinah
call/sms:085641387672
PIN: 324F2B82
Sabtu, 16 Maret 2013
Bonsai mengajak Anda untuk bergabung di Facebook
|
GUDANG ILMU
"Robbi zidnie 'ilmaa",adalah do'a yang Alloh ajarkan kepada Nabiyulloh Musa 'alaihissalam.Ya Alloh tambahkan bagiku ilmu.Ajaib..!! Kenapa bukan Robbi zidnie maalan,Ya Alloh tambahkan bagiku harta.Atau Robbi zidnie umron,tambahkan bagiku umurku.Dan tidak pula tambahan yang lain ?.Karena ilmulah kualitas diri untuk mendapat kepentingan menjadi ( to-be ), pengusaha,orang sukses,orang sholih,dokter dll,juga kepentingan memiliki ( to-have), harta,tahta,wanita dll.Begitu pula kepentingan akherat untuk menjadi orang yg selamat dan memiliki sepenuh nikmat di jannah."Siapa yg menginginkan dunia hendaklah berilmu,dan siapa yg menginginkan akherat hendaknya juga berilmu,dan siapa yg menginginkan keduanya juga dengan berilmu ".Anehnya banyak yg merasa sayang berinvestasi ilmu dibanding berinvestasi untuk perut,tubuh,kepuasan,rumah,serta saham2.Berapa tahun sih yg di butuhkan untuk investasi ini ? Abdullah bin Mubaarok menjawab,"Aku belajar ilmu selama 20 tahun dan belajar adab selam 40 tahun... ".Subhanalloh selama inikah..!? Jangan kawatir,hebatnya ilmu-ilmu yg pernah ada sebenarnya tidak pernah hilang.Tapi tersimpan di Dzat yang Maha Tahu.Masih utuh tidak berkurang sedikitpun di gudang ilmu.Rasululloh bersabda "Sesungguhnya Alloh tidak mencabut ilmu dg begitu saja,tapi mencabutnya dg wafatnya ulama'".Jadi..bukan hilang ilmunya tapi ulama pembawa ilmunya yg hilang, menunggu penerus selanjutnya. Berarti kita yang harus aktif meminta izin kepada Alloh untuk memberikan ilmu apa saja kepada kita. Memahaminya adalah anugerah bsar dalam pencapaian hidup. Bersiaplah untuk berilmu lebih cepat dari yang kita mau..! Mudah-mudahan...
Salam Sakinah,
www.asmarasakinah.com
follow our twitter: @AsmaraSakinah
like our fun page fb: Asmara Sakinah
call/sms:085641387672
PIN: 324F2B82
Senin, 11 Maret 2013
Menghargai (Istri) Pasangan Hidup Kita dalam Rangka Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga
Lalu bagaimana cara kita ketika timbul perasaan tidak suka atau tidak cocok akan suatu akahlaq pasangan kita? Apabila jawaban ini ditanyakan pada psikolog atau konselor pernikahan maka akan banyak sekali metode dan jawaban yang beraneka ragam yang mungkin mencocoki seseorang dan tidak untuk yang lainnya. Namun sungguh indah syariat Islam yang telah mengajarkan bagaimana cara menghadapi hal demikian. Berikut ini sebuah hadis yang mengajarkan pada kita manakala kita mendapati sesuatu yang tidak kita sukai pada pasangan kita:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
لَا يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً، إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ
"Janganlah seorang mukmin membenci kepada seorang mukminah (istrinya). Jika ia membenci sebuah akhlak dari (istrinya), dia akan ridha darinya pada hal yang lain." [Diriwayatkan oleh Muslim]
Dari hadis tersebut jelaslah bahwa manakala ada sebuah akhlaq yang tidak kita sukai dari istri kita (bagi para suami, dan sebaliknya manakala ada sebuah akhlaq yang tidak disukai dari suami bagi para istri) maka disunnahkan untuk mengingat akhlaq lain yang disukai dari pasangan kita, karena banyak kebaikan-kebaikan lain yang bisa menutupi keburukan. Dengan melakukan demikian maka akan menghindarkan diri kita dari timbulnya kebencian terhadap pasangan karena selalu berusaha mengingat kebaikan dikala ada sesuatu yang tidak disuka, bukannya justru mengingat-ingat keburukan/ketidaksukaan yang lainnya.
Semoga sebuah sunnah Rasulullah ini dapat selalu kita terapkan dalam kehidupan berumah tangga kita masing-masing sehingga suami lebih menghargai dan mensyukuri istri dan istripun lebih menghargai dan mensyukuri suaminya.
Wallahu'alam
Sumber Hadis: Broadcast Message Ustadz Dzulqarnain M Sunusi
Salam Sakinah,
www.asmarasakinah.com
follow our twitter: @AsmaraSakinah
like our fun page fb: Asmara Sakinah
call/sms:085641387672
PIN: 324F2B82
Jumat, 08 Maret 2013
HARTA MENURUT PERSPEKTIF ISLAM
Harta merupakan suatu hal yg dibutuhkan oleh manusia, secara dzatnya harta itu tidaklah tercela ataupun terpuji (tergantung penggunaanya dan siapa yg menggunakan )
Harta akan bernilai terpuji ataupun tercela jika sudah berinteraksi dengan manusia , artinya nilai harta itu tergantung penggunaannya (pemiliknya ) jika harta di gunakan utk menopang dakwah, di infaqkan dan di shodaqohkan akan bernilai terpuji . Namun jika digunakan utk menopang kemaksiyatan , berjudi , jual-beli narkoba, simpan-pinjam ribawi , maka harta tsb menjadi tercela ,
Berikut. Kaidah islam dalam memandang harta :
1. Pemilik harta yg haqiqi adalah Allah Ta'alaa ,
أَلا إِنَّ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ أَلا إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لا يَعْلَمُونَ
"Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi. Ingatlah, sesungguhnya janji Allah itu benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui(nya)." [QS. Yunus : 55]
Allah berfiman :
آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ فَالَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَأَنْفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ
"Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman diantara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar" [QS. Al-Hadid : 7].
Manfaatnya :
A. jika seorang telah memandang harta adalah milik Allah, dia akan mudah utk mengeluarkannya demi agama Islam. Krn memang harta adalah titipan Allah yang harus dijaga dan ditunaikan amanah tsb .
B. Jika Allah menyuruh beribadah yg kaitanya dengan harta maka akan mudah melaksanakan dan menunaikannya :, seperti zakat , infaq, shodaqah , haji dan umrah.
Allah ta'ala telah berfirman mengenai prinsip seorang muslim :
قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
"Katakanlah : Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam" [QS. Al-An'aam : 162].
انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
"Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui" [QS. At-Taubah : 41].
2. Harta merupakan fitnah/ujian bagi umat Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam ,
Allah Ta'alaa berfirman :
الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلا
"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shalih adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan" [QS. Al-Kahfi : 46].
وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
"Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar" [QS. Al-Anfaal : 28].
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلا أَوْلادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi" [QS. Al-Munaafiquun : 9].
Fitnah artinya : ujian yg diujikan kpd hambaNya utk mengetahui siapa yg taat kpd Allah dan siapa yg bermaksiyat kpd Allah ( tafsir ibnu katsir ).
Maka jika mengetahui bahwasannya harta adalah fitnah maka kita akan bisa mengatisipasi dan tidak terlena serta tertipu dgn harta , sehingga kita sukses memanajemen dan menggunakan harta, serta selamat didunia Dan akherat.
3. Fungsi harta ada 3 :
A. Utk dimakan
B. Dipakai utk memenuhi kebutuhan
( keduanya akan hancur dan binasa)
C. Yg digunakan utk berjuang dijalan Allah (yg kekal dan bermanfaat ).
وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ * الَّذِي جَمَعَ مَالا وَعَدَّدَهُ * يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ
"Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya" [QS. Al-Humazah : 1-3].
4. Harta yg haqiqi adalah harta yg diinfaqkan dijalan Allah , bukan yg kita makan , yg di tumpuk dan disimpan utk ahli warisnya .
Jika harta di nafkahkan Dijalan Allah di Dan tunaikan Utk kebaikan maka Allah 'Azza wa Jall akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik. Dia berfirman;
وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
"Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Dia akan menggantinya dan Dia-lah sebaik-baik Pemberi rizki." (QS. Saba': 39)
al-'Allamah 'Abd ar-Rahman bin Nasheer as-Sa'dee –raheemahullaahu Ta'ala- (w. 1376 H) menjelaskan firman Allah Ta'ala di atas;
)وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ) نفقة واجبة, أو مستحبة, على قريب, أو جار, أو مسكين, أو يتيم, أو غير ذلك، (فَهُوَ) تعالى (يُخْلِفُهُ) فلا تتوهموا أن الإنفاق مما ينقص الرزق, بل وعد بالخلف للمنفق, الذي يبسط الرزق لمن يشاء ويقدر
"'Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan', nafkah yang wajib atau yang sunnah kepada kerabat dekat, tetangga, orang miskin, anak yatim atau lain-lainnya, 'maka Dia' Ta'ala 'akan menggantinya', maka jangan kalian berpraduga salah bahwa berinfak itu termasuk hal yang dapat mengurangi rizki. Malah Allah (Dzat Yang melapangkan rizki kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan) menjanjikan akan memberi ganti kepada orang yang berinfak." [Taiseer al-Kareem ar-Rahman, 6/1422, as sya'diy , cet. Daar Ibn al-Jawzee]
Salam Sakinah,
www.asmarasakinah.com
follow our twitter: @AsmaraSakinah
like our fun page fb: Asmara Sakinah
call/sms:085641387672
PIN: 324F2B82
Kamis, 07 Maret 2013
Doa Ketika Melihat Suatu Cobaan/ ujian
Nabi shallallâhu 'alaihi wa sallam mengajarkan,
مَنْ رَأَى مُبْتَلًى فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ مِمَّا ابْتَلاَكَ بِهِ وَفَضَّلَنِيْ عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيْلاً لَمْ يُصِبْهُ ذَلِكَ الْبَلاَءُ
"Barangsiapa yang menyaksikan orang yang tertimpa ujian, hendaknya dia membaca, 'Alhamdulillâhil ladzî 'âfânî mimmâb talâka bihi wa fadhdhalanî 'alâ katsîrin mimman khalaqa tafdhîlan 'segala puji bagi Allah yang memberi afiat kepadaku terhadap sesuatu yang menimpamu, dan (Allah) telah menberi keutamaan kepadaku di atas banyak makhluk-Nya'.' Pasti ujian itu tidak akan menimpanya." [Diriwayatkan oleh At-Tirmidzy dan selainnya. Dihasankan oleh Al-Albâny dalam Ash-Shahîhah no. 602]
Sumber: BC Ustadz Dzulqarnain M Sunusi
Salam Sakinah,
www.asmarasakinah.com
follow our twitter: @AsmaraSakinah
like our fun page fb: Asmara Sakinah
call/sms:085641387672
PIN: 324F2B82